Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Saturday, June 10, 2017

Semangkuk Nasi Putih

Based on True story

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. "Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih." Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda inihanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalumenghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan : "dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."

Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum : "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis." Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih."Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya."

Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini. "Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota , demi menuntut ilmu datang kekota,mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti. Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkusnasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.

Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ? Suaminya kemudian membisik kepadanya : "Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ket empat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."

"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."
"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.

"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.

Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !" katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.
Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sorepemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkusuntuk bekal keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.

Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik. Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.

"Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."

"Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu,yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya."

Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul,setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangunkerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang suksesuntuk kerajaan bisnisnya.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.

Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.

Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkukdalam-dalam berkata kepada mereka :"bersemangat ya ! di kemudian hariperusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"

Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalahsuatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan. TERHARU?, ayo mulai jangan> sungkan untuk berbuat baik hari ini...
You never know... what will happens tommorow?

Saturday, April 4, 2009

Jatuhkan Pilihan Anda

One Man One Vote...!!!
Itu kalimat yang sering saya dengar pada saat acara-acara pemilihan sedang berlangsung.
Kalimat itu juga yang terekam dalam otak saya, bahwa suara setiap orang itu sangat berharga dan tentu saja sangat menentukan keputusan final dari sebuah proses pemilihan. Artinya, setiap orang dalam suatu komunitas sangat menentukan hasil akhir dari sebuah proses demokrasi, seperti voting.
Oleh karena itu, saya menghimbau kepada seluruh warga negara Indonesia, suara kita benar-benar berharga dalam menentukan masa depan bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Tunjukkan kepedulian kita dengan datang ke TPS-TPS setempat untuk memberikan suara kita demi kemajuan bangsa. Ingat juga, bahwa dana pelaksanaan PEMILU ini demikian besar, jadi sangat sia-siakan uang kita tersebut (uang rakyat dari pajak, dll).
Pilihlah dengan akal sehat kita, pilihlah dengan pertimbangan yang matang dan bijak, pikirkan dengan baik partai atau caleg mana yang harus kita pilih. Karena pilihan kita sekarang, menentukan jalannya pemerintahan 5 tahun mendatang.
Bila ada caleg yang sering menghambur-hamburkan uang untuk kampanye, membagikan uang kepada rakyat agar dia dipilih, BAGUS... terima saja uangnya dan segala yang dia berikan, tetapi ingat JANGAN PILIH Caleg seperti itu, karena nantinya dia akan berusaha dengan segala cara untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan dengan cara-cara yang tidak baik dan tidak sesuai dengan hukum.
Pilih caleg berdasarkan track record dan kompetensinya, bukan hanya karena sentimen agama, tetapi karena rasa nasionalisme dan kepentingan bersama secara global di Indonesia.
Akhirnya, selamat berpesta dan selamat berkarya kepada para caleg yang nantinya terpilih dalam pesta demokrasi ini.
Untuk Indonesia yang lebih baik, mari BERJUANG...!!!

Wednesday, February 25, 2009

Renungan dari dearmentari.blogspot.com

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yang bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Pengalaman ini dikisahkan dari seorang ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliahnya. Kelas terakhir yang harus dia ambil adalah sosiologi. Sang dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling". Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya, dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas.


Ibu itu adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, dia pikir, tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tsb, dia bergegas menemui suaminya dan anak bungsunya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suaminya akan masuk dalam antrian, dia menyela dan meminta agar suaminya saja yang menemani si bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika ibu itu sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakangnya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!

Ibu itu bingung,dan tidak mampu bergerak sama sekali. Ketika dia menunduk, tanpa sengaja matanya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" ke arahnya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam,tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arahnya, seolah ia meminta agar ibu itu dapat menerima 'kehadirannya' di tempat itu. Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan ibu itu membalas senyumnya, dan seketika teringat olehnya 'tugas' yang diberikan oleh dosennya.

Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Ibu itu segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"-nya. Ibu itu merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal dia bersama mereka,dan mereka bertiga tiba-tiba saja sudah sampai di depan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin dipesannya, Ibu itu mempersilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka(sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja ibu itu diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpau beberapa saat, sambil matanya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka... Pada saat yang bersamaan, ibu itu baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke dirinya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan'-nya. Ibu itu baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapanya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin dia pesan.

Ibu itu tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanannya) dalam nampan terpisah. Setelah membayar semua pesanan, dia minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanannya ke meja/tempat duduk suami dan anaknya. Sementara ibu itu membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Ibu itu meletakkan nampan berisi makanan itu di atas meja mereka, dan meletakkan tangannya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil ibu itu berucap: "Makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."Kembali mata biru itu menatap dalam ke arahnya, kini mata itu mulai basah berkaca-kaca dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya".

Ibu itu mencoba tetap menguasai dirinya, sambil menepuk bahu mereka, ibu itu berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian". Mendengar ucapannya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali ibu itu merengkuh kedua lelaki itu. Ibu itu sudah tidak dapat menahan tangis ketika dia berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anaknya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.

Ketika ibu itu duduk, suaminya mencoba meredakan tangisnya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak2ku!" Mereka saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu mereka benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah mereka telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika mereka sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja mereka, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan mereka. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan ibu itu, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami". Ibu itu hanya bisa berucap "terima kasih" sambil tersenyum.

Sebelum beranjak meninggalkan restoran, ibu itu menyempatkan untuk melihat ke arah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin mereka, mereka langsung menoleh ke arahnya sambil tersenyum, lalu melambai-lambaikan tangannya ke arahnya. Dalam perjalanan pulang ibu itu merenungkan kembali apa yang telah dia lakukan terhadap kedua orang tuna wisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir olehnya.

Pengalaman hari itu menunjukkan kepadanya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali! Ibu itu kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangannya. Ibu itu menyerahkan 'paper' kepada dosennya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya ibu itu dipanggil dosennya ke depan kelas, ia melihat kepadanya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati ibu itu mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan papernya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi.

Tuesday, December 16, 2008

Semangkuk Nasi Putih

Based on True story

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. "Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih." Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.
Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda inihanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalumenghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.
Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan : "dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum : "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"
Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis." Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih."Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya."
Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini. "Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"
Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota , demi menuntut ilmu datang kekota,mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti. Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkusnasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.
Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ? Suaminya kemudian membisik kepadanya : "Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ket empat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."
"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."
"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.
Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.
"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !" katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.
Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sorepemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkusuntuk bekal keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.
Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik. Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.
"Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."
"Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu,yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya."
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul,setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangunkerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang suksesuntuk kerajaan bisnisnya.
Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.
Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.
Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :"bersemangat ya ! di kemudian hariperusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"
Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalahsuatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan. TERHARU?, ayo mulai jangan> sungkan untuk berbuat baik hari ini...
You never know... what will happens tommorow?

Thursday, November 27, 2008

Mulai Kuliah Lageee....

Hari ini, Kamis 26 November 2008, mahasiswa dan mahasiswi Universitas Indprarasta PGRI telah memulai aktivitas perkuliahan untuk tengah semester berikutnya di tahun akademik 2008/2009. Ada beberapa mahasiswa yang terlihat sudah begitu bernafsu untuk segera belajar tapi ada beberapa mahasiswa juga yang terlihat ogah-ogahan untuk belajar.
Hmmm.... sepertinya ini memang sindrom setelah ujian. Seperti mereka masih berpikir, setiap selesai ujian pasti libur... (budaya yang kurang baik...)
Mahasiswa yang kata teorinya merupakan kaum intelektual, yang berdiri di atas menara gading, seharusnya dapat berfungsi sebagai agen perubahan, khususnya agen perubahan terhadap kondisi negara Indonesia. Mahasiswa dituntut untuk memberikan kontribusi yang besar terhadap angin perubahan di negeri ini. Salah satu caranya adalah dengan belajar yang baik, menunjukkan prestasi yang optimal dan berusaha untuk bersikap dan bertindak dengan jujur.
Ayo bangkit mahasiswa Indonesia...!!!


Tuesday, October 21, 2008

David 'n Goliat


Gambar ini menginspirasi saya bahwa sekecil apapun kita, selemah apapun kita, seharusnya kita tidak pernah menyerah dan berani menghadapi tantangan sebesar apapun yang menghadang langkah kita.
Saya pernah berbicara dengan seorang aktivis mahasiswa tahun 80-an, dia mengatakan, "Jika Anda menghadapi tembok saat menjalani kehidupan ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, putar balik, telusuri sepanjang tembok dan berharap ada jalan tembus, panjat temboknya dan terakhir hancurkan temboknya. Tetapi pilihan saya cuma satu, HANCURKAN!"
Semangat...
Jika Anda mahasiswa dan mendapat masalah (tugas) yang berat... Ingat, jangan menyerah, hadapi dan hancurkan temboknya...
Jika Anda dosen yang sedang mencari dana penelitian dan sulit mendapatkan persetujuan... INgat, jangan menyerah, terus mencoba dan hancurkan temboknya...
Intinya...
SEMANGAT dan JANGAN PERNAH MENYERAH...!!!

Wednesday, October 8, 2008

Keterlibatan & Inisiatif

Andy Grove, CEO Intel Corporation, memiliki sembilan tips manajemen yang menunjukkan komitmennya kepada peningkatan kesejahteraan karyawan:
  1. Motivasi datang dari dalam diri seseorang. Seringkali yang bisa dilakukan oleh seorang manajer adalah menciptakan suatu lingkungan dimana orang-orang termotivasi untuk maju dalam kerjanya dengan baik.
  2. Seorang pelatih yang baik tidak akan mengambil keuntungan demi kepentingan pribadi dari kesuksesan tim. Dia hanya memainkan perannya dalam tim, benar-benar memahaminya dan cukup berusaha keras untuk mendapatkan performansi paling baik yang bisa diberikan oleh tim tersebut.
  3. Pikirkan apa yang harus Anda lakukan untuk memecahkan dan menghindari masalah-masalah esok hari.
  4. Lakukan segalanya dengan kekuatan yang Anda punyai untuk memberikan layanan terbaik yang memungkinkan kepada mitra-mitra kerja Anda.
  5. Waktu merupakan salah satu sumber kekuatan Anda yang terbatas; ingatlah bahwa ketika Anda mengatakan "YA" untuk satu hal, Anda harus mengatakan "TIDAK" untuk hal-hal lainnya.
  6. Jadwalkan satu jam setiap hari untuk menangani interupsi-interupsi yang tak terelakkan dalam cara-cara yang terencana dan terorganisir.
  7. Tinjau ulang performansi karyawan merupakan faktor yang sangat penting.
  8. Untuk mengumpulkan informasi mengenai sebuah divisi korporasi atau departemen secara akurat, adakan suatu kunjungan tanpa pemberitahuan sebelumnya dan amatilah apa yang sedang terjadi di sana.
  9. Jika seorang karyawan tidak melakukan pekerjaannya, hanya ada dua kemungkinan. Satu, dia tidak mampu atau dia tidak ingin melakukannya. Untuk memastikan alasan yang tepat, gunakanlah tes berikut ini: Jika kehidupan seseorang bergantung pada pekerjaannya, apakah dia mampu melakukannya? Jika jawabannya "YA", maka masalahnya adalah motivasi. Jika jawabannya "TIDAK", masalahnya adalah kurangnya kemampuan si karyawan untuk melakukan hal itu.

"Seorang individu tanpa informasi tidak bisa menerima tanggung jawab; seorang individu yang diberi informasi mungkin tidak bisa membantu, tetapi dia bisa menerima tanggung jawab."

(JAN CARLZON, Former President & CEO, Scandanavian Airlines System)

Wednesday, September 10, 2008

JADILAH KELOMPOK MINORITAS

Sumber: e-psikologi.com


Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal ada dua pandangan masyarakat dalam menilai hidup seseorang yaitu orang yang disebut sukses dan orang yang gagal. Meski kriteria sukses atau gagal mungkin akan berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain, namun tak bisa dipungkiri bahwa ada sekelompok kecil orang yang diakui oleh semua orang sebagai "manusia-manusia yang sukses". Manusia sukses ini jumlahnya amat sedikit jika dibandingkan dengan mereka yang disebut "manusia-manusia gagal". Jika dilihat dari suatu gambar piramida maka orang yang sukses adalah mereka yang berada pada bagian paling atas sekaligus merupakan bagian yang paling kecil. Oleh karena itulah mereka seringkali disebut kelompok minoritas.
Pertanyaan yang mungkin timbul kemudian adalah mengapa jumlah orang yang sukses sangat sedikit sementara orang-orang gagal bisa ditemukan dimanapun kita berada. Bahkan dapat dikatakan bahwa mayoritas penghuni planet bumi ini adalah orang-orang gagal atau orang-orang yang merasa dirinya gagal. Sebenarnya faktor apa saja yang membedakan karakteristik orang sukses dengan orang yang gagal atau kata lain apa sih rahasia manusia-manusia sukses?
Keahlian dan Sikap Mental
Di era tahun 1990-an, Harvard University mengadakan penelitian yang difokuskan pada apa yang membedakan antara orang yang sukses dengan ornag yang gagal di bidang karir. Dari riset tersebut ditemukan bahwa 15 % dari kesuksesan karir seseorang disebabkan oleh keahlian teknis sementara sisanya yang 85 % disebabkan oleh sikap mental. Keahlian teknis adalah job skill atau yang sering disebut dengan hardware skill atau keahlian anda memahami benda mati dan cara menghidupkannya. Sementara mental skill adalah keahlian anda dalam hal memahami orang dan cara kerja dunia. Katakanlah anda saat ini memiliki keahlian di bidang web programming. Jika anda hanya bertumpu pada keahlian itu semata tanpa keterlibatan keahlian personality, karakter kerja, interaksi, jaringan relasi maka bisa jadi keahlian itu hanya berguna bagi diri anda atau orang lain yang anda kenal dengan jumlah sangat terbatas dan tidak akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan orang lain.
Empat Pilar
Greg Phillips (2002), dalam artikelnya berjudul Create Your Future (Ultimate Potential 2002), mencoba membongkar rahasia di balik kesuksesan seseorang. Kesimpulannya terdapat empat hal yang dapat menjadi pembeda utama antara orang sukses dengan orang yang gagal. Keempat pembeda tersebut terletak pada kualitas tinggi dan rendahnya faktor yang dimaksud. Artinya baik orang sukses maupun gagal pada dasarnya sama-sama memiliki faktor tersebut tetapi kualitasnya tidak sama.
1. Harapan
Ekspektasi atau harapan terhadap apa yang diinginkan masing-masing orang dari kehidupan ini menjadi pembeda. Orang sukses memiliki harapan besar dan bernuansa jangka panjang. Karena harapan yang besar maka secara naluriah ia terdorong untuk meraih sesuatu yang besar. Seperti yang katakan W. Somerset Maugham, "Tidak selamanya anda mendapat apa yang anda inginkan dari kehidupan ini tetapi anda akan mendapatkan apa yang anda harapkan". Oleh karenanya taruhlah harapan positif kepada diri anda, orang lain dan lingkungan /dunia.
2. Kontrol
Ada petunjuk di balik fakta ilmiah tentang apa yang membentuk intelegensi manusia. Ditemukan bahwa intelegensi manusia, 10%-nya dihasilkan dari faktor heriditasi, warisan nenek moyang dan sisanya yang 90% dihasilkan dari faktor lingkungan. Dari bukti ini, anda tidak perlu membeda-bedakan dari gen mana seseorang dilahirkan sebab masih mempunyai kesempatan mengontrol atau mengendalikan yang 90%-nya. Anda masih bisa mengontrol sebab-sebab mayoritas untuk menjadi sukses, misalnya:
  • Bagaimana anda menciptakan reaksi terhadap tantangan. Apakah anda akan memilih menjadi korban atau penentu reaksi secara tepat?
  • Kepada kelompok mana anda berasosiasi. Apakah ke kelompok orang sukses yang senantiasa memberikan energi postif pada anda atau ke kelompok orang yang gagal yang justru akan menjadi perusak dan penghambat bagi kemajuan anda?
  • Kebiasaan apa saja yang anda jalankan setiap hari demi kepentingan kemajuan anda?
  • Dan lain-lain.
3. Keyakinan
Rumus yang paling sahih tentang keyakinan adalah bahwa anda tidak bakal mencapai sesuatu melebihi keyakinan terhadap kemampuan anda untuk meraih. Artinya keyakinan anda haruslah didasarkan pada hal-hal faktual yang anda miliki. Terutama pada hal-hal yang bisa diasumsikan secara rasio, anda wajib memiliki keyakinan yang didasarkan pada hasil-hasil faktual. Namun mengingat bahwa kehidupan ini tidak seluruhnya bisa disentuh oleh asumsi rasional, maka di sisi lain anda membutuhkan keyakinan mental. Keyakinan kedua ini sangat berguna untuk menghadang virus keragu-raguan, rasa tidak berdaya, rasa malas, takut menghadapi risiko.
4. Kecerdasan Bersikap
Seperti yang dikatakan Voltaire bahwa kehidupan ini bisa disimbolkan menjadi sebuah game - permainan kartu. Dalam suatu permainan maka setiap orang harus menerima kartu yang diberikan lalu persoalan menang dan kalah di babak akhir sepenuhnya tergantung pada bagaimana anda menjatuhkan kartu. Inilah ilustrasi sederhana tentang kecerdasan bersikap. Ia menyimpan hubungan erat dengan persoalan bagaimana anda memperlakukan diri anda dan orang lain kemudian dari sinilah terjadi feedback yang setimpal bahkan lebih dari orang lain dan lingkungan /dunia.
Atas perbedaan kualitas tersebut, maka Less Brown dalam artikelnya Learn To Be Winner (dikutip dari Top Achievement 2000) membagi manusia menjadi tiga kelompok yaitu:
1. Winner
Pemenang adalah orang yang hidup dengan keunggulannya. Ia sudah mampu merealisasi dirinya dalam kapasitas yang paling optimal. Winner inilah yang menempati bagian dari kelompok yang paling kecil. Jiwa-jiwa pemenang selalu menaruh harapan untuk menang meskipun realitas temporer mungkin mengkondisikan dirinya kalah. Ia memiliki keyakinan tinggi terhadap hukum pembalasan akhir, memiliki kontrol atas sesuatu yang bisa berpengaruh terhadap perkembangan dirinya dan bersikap assertive terhadap manusia lain serta mampu bertindak sesuai dnegan tuntutan keadaan.
2. Loser
Berbeda dengan karekteristik winner, seorang loser (pecundang) hidup dengan keterbatasan dan kelemahan. Dirinya adalah realisasi dari intimidasi orang lain dan keadaan. Dalam hal harapan, ia selalu dibayangi oleh rasa takut bahwa hal-hal yang tidak diinginkan akan menimpanya. Dengan tingkat dominasi yang terlalu tinggi, maka pada akhirnya apa yang ia takutkan justru menjadi kenyataan. Seperti kata W. Somerset: "Hidup ini lucu. Jika anda menolak untuk menerima segala sesuatu selain harapan baik, seringkali justru yang terjadi anda harus menerimanya".
3. Potential winner
Kelompok ini merupakan potret orang yang belum menemukan dirinya secara utuh tetapi tidak berhenti melakukan pencarian. Ia memiliki pondasi personal yang masih labil, terkadang ia ingat dengan cita-cita dan harapan optimis hari depan, keyakinan yang begitu tinggi untuk mengalahkan tantangan, tetapi di saat yang berbeda ia pun terkadang lupa dengan harapan dan keyakinan untuk menaklukkan tantangan. Intinya kelompok ini berada di tengah-tengah. Hanya pilihan dan kegigihannya untuk terus maju yang bakal menobatkan dirinya menjadi pemenang.
Beberapa Saran
Merujuk pada dua pandangan di atas, maka jika anda ingin berada pada kelompok minoritas maka ada baiknya anda ikuti beberapa saran sebagai berikut:
1. Mengasah Potensi
Anda sudah diberi potensi dasar mulai dari fisik, intelektual, emosional, spiritual, akses dukungan eksternal, mental, material, visual, moral atau potensi lain yang sudah anda rasakan eksistensinya di dalam diri anda dan masih ditambah dengan potensi lain yang mungkin saat ini belum anda ketahui. Sadari dan syukurilah bahwa anda telah diberikan begitu banyak potensi. Persoalannya kemudian adalah anda tidak cukup hanya menyadari dan mensyukuri keberadaan potensi tersebut sebab potensi dasar tersebut masih merupakan bahan baku - Gold Mine yang hanya 15% - 10% peranannya. Contoh: jika fisik anda kuat tidak berarti secara otamatis (take for granted) anda menjadi atletik ternama. Untuk menjadi atletik anda membutuhkan sentuhan Gold Mind yang peranannya menurut survey dari Harvard University mencapai 85 % - 90%. Artinya potensi dasar harus diasah atau dikembangkan melalui berbagai cara misalnya pendidikan, kursus, sosialisasi, dsb.
2. Jangan jadikan kelemahan sebagai belenggu
Dari sekian potensi dasar yang anda miliki tersimpan kadar yang bervariasi. Dalam bahasa yang lebih umum, kadar potensi dasar yang rendah cenderung diartikan sebagai kelemahan sebaliknya jika kadarnya tinggi diartikan sebagai keunggulan. Contoh: sebagian dari anda diberi kadar intelektual tinggi tetapi kadar materi rendah sehingga nalurinya untuk menjadi 'pedagang' tidak tajam. Dalam menghadapi hal seperti ini maka tugas anda adalah mengoptimalkan keunggulan. Jangan jadikan kelemahan sebagai alasan yang membelenggu karena kelemahan adalah pasangan yang menyertai keunggulan. Jangan takut jika anda menemukan bahwa dri anda memiliki berbagai kelemahan. Biasanya semakin tinggi optimalisasi keunggulan, kian bertambah mencolok kelemahan seseorang. Paradoknya orang yang kelemahannya tidak menonjol biasanya ia pun tidak memiliki keunggulan yang menonjol. Sama seperti kata orang bijak bahwa orang yang tidak pernah salah adalah orang yang tidak pernah melakukan apa-apa.
3. Ambil kendali penyelesaian konflik
Secara umum kesuksesan dapat didefinisikan sebagai proses realisasi diri secara optimal sesuai dengan perkembangan yang anda capai. Pada dasarnya, semua manusia berpotensi untuk merealisasikan keunggulan dirinya. Jika kemudian fakta menunjukkan lebih banyak orang yang gagal ketimbang jumlah orang yang sukses, maka hal itu terletak pada kontrol terhadap environmental factors yang tidak memadai, seperti yang dikemukakan Greg Phillip di atas.
Bagaimana proses itu terjadi? Penjelasannya adalah sebagai berikut: Ketika masih bayi anda adalah sosok yang visioner, abundant mentality, positive thinking, lucu, lugu, dan bisa merasakan bahwa life is a game. Saat itu anda adalah The Only You. Ketika mulai berinteraksi dengan orang lain yang bisa jadi dengan pola polarisasi, konfrontasi, paradoksal, interaksi partnership, dan sebagainya maka dari sini mulai terjadi proses konflik antara anda dan orang lain serta lingkungan / dunia. Di satu sisi anda membutuhkan proses untuk saling menyentuh demi kemajuan anda tetapi di sisi lain anda perlu membuang negative side-effect yang ditimbulkannya. Pada saat seperti ini anda bukan lagi The Only You melainkan The Conflicted You. Dari konflik inilah akhirnya tercipta apa yang disebut kemenangan (sukses) dan kekalahan (gagal) yang pada akhirnya akan menjadi The Real You. Jika anda memilih mengambil kendali kemenangan dengan cara menyelesaikan setiap konflik sedini mungkin sehingga tidak mempengaruhi energi positif yang ada dalam diri anda, maka akan dapat dipastikan bahwa andalah yang menjadi pemenang. Sebaliknya jika konflik terus anda biarkan bahkan anda izinkan untuk memimpin atau mengendalikan hidup anda maka anda akan menjadi sosok yang diinginkan oleh konflik tersebut yang akhirnya cepat atau lambat akan membawa anda menuju kegagalan.
Akhir kata, jika anda ingin menjadi kelompok minoritas maka milikilah karakteristik sebagai seorang pemenang. Pilihan seluruhnya di tangan anda. Semoga berguna.

Tuesday, August 19, 2008

Tahun Akademik Baru...??? Semangat Baru Donk...!!!

Tahun akademik 2008/2009 akan segera digelar. Mulai 8 September 2008, seluruh mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI akan kembali ke dalam kelas untuk mengikuti kegiatan perkuliahan. Hal ini tentunya akan direspon beragam oleh mahasiswa, ada yang kurang suka, tetapi pasti banyak juga yang senang kembali berkuliah. Loh..... tumben....
Memang sich, banyak yang senang, tapi saya berani jamin kebanyakan bukan karena ingin belajar, tetapi karena sudah bosan di rumah dan biasanya kalo di rumah tidak dapat uang jajan... (tul kan...???? hehehehe)
Tapi.. ya udah, apapun alasannya, yang jelas the show must go on... Mahasiswa harus siap walaupun masih agak berat. Ingat, masa depan kita ada di tangan kita sendiri. Dosen hanya bertugas mengajar, selanjutnya ada di tangan mahasiswa. Mahasiswa yang berhasil adalah mahasiswa yang bisa mengubah kekurangan menjadi kelebihan, mengubah yang biasa menjadi luar biasa.
Ayo... bersiap dan songsong masa depan cerah yang sudah menanti Anda sekalian...
Semangat...!!!!

Thursday, August 14, 2008

SEBELAH MATA...??? Film yang gak akan ada dalam bentuk VCD atau ditayangkan di TV?

Beberapa hari lalu saya mampir ke sebuah bioskop 21 di Plaza Pondok Gede, rencananya sich mau nonton jam 19.30. Tapi ternyata pilihan filmnya kurang menarik buat saya, yaitu Oh Baby, Setannya Koq Beneran... Akhirnya gak jadi dech...

Tapi setelah berpikir, di studio 3 ada 1 film yang agak misterius. Karena gambar covernya orang yang sedang dipukul dan ada tulisan keluarga adalah segalanya. Jujur dech filmnya bagus bangets dan saya rekomendasikan ditonton buat anak-anak muda yang pernah jatuh dan pernah berpikir untuk berhenti berjuang. Inget... hidup harus terus berjalan dan kita wajib menjalaninya dengan penuh harapan.

Kira-kira begini resensinya:

Film ini menceritakan seorang petinju besar bernama ANTON (diperankan Robertino). Dia selalu menang dalam setiap pertandingan yang dilakukannya. Suatu kali, saat latihan (jogging) dia terjatuh dan pingsan, oleh dokter disarankan untuk istirahat total karena kondisinya tidak memungkinkan untuk bertanding. Padahal, dalam beberapa hari mendatang akan dilangsungkan pertandingan antara ANTON dengan PAULUS. Manajernya yang bernama WULAN dengan optimis mengatakan bahwa ANTON pasti bisa bertanding dengan resiko apapun.

Ditengah ketenarannya, ANTON berusaha menyenangkan hati orangtuanya (ibunya) dengan membelikan sebuah rumah mewah, ANTON juga memiliki kekasih bernama BELLA. Satu malam sebelum bertanding ANTON melamar BELLA di depan pelatih, manajer dan ibunya. BELLA berjanji akan menemani ANTON selamanya, mereka akan segera menikah setelah pertandingan dengan PAULUS.

Tiba saatnya pertandingan, ANTON pun berusaha untuk memenangkan pertandingan. Jual beli pukulan terjadi, akan tetapi lama kelamaan ANTON merasa kehilangan konsentrasi dan pandangan, seluruhnya menjadi gelap. Akan tetapi di dengah penderitaannya, dia masih sempat melepaskan satu pukulan mematikan dan akhirnya menjatuhkan PAULUS, ANTON menang. Selebrasi pun diadakan, akan tetapi tiba-tiba ANTON pingsan di atas ring dan segera dilarikan ke rumah sakit.

ANTON dinyatakan cacat oleh dokter karena sel motoriknya mati, sehingga jangankan untuk bertinju, untuk memegang bola dengan jarinya saja tidak mampu. ANTON tidak dapat berjalan dengan normal. Di sisi lain lawan ANTON, PAULUS dinyatakan meninggal setelah koma selama 2 minggu, hal ini membuat frustasi pelatih (diperankan oleh Dorman) PAULUS dan mengakhiri karirnya sebagai pelatih.

Di rumah sakit ANTON membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga ibunya terpaksa menjual beberapa perabotan di rumahnya sampai habis, mulai dari sofa, kursi makan, dan lain sebagainya. Di rumah sakit ini pula ANTON bertemu dengan perawat yang cantik dan sangat baik bernama RETA. Perawat ini dengan sabar melatih ANTON untuk menggerakkan tubuhnya dan membangkitkan semangat ANTON untuk kembali normal. Akhirnya, ANTON pun diijinkan pulang walaupun belum dapat berjalan dengan normal.



Di rumah ANTON kaget melihat kondisi rumahnya yang sudah kosong melompong. Dia sangat kecewa karena teman-temannya yang dulu begitu dekat dengannya saat jaya sekarang tidak ada lagi yang menengok. Bahkan tidak ada bantuan sedikitpun dari rekan, manajer dan pacarnya. Di televisi dia melihat mantan manajernya telah memiliki petinju lain bernama FRANCO yang dikabarkan lebih hebat dari dirinya. ANTON sangat kecewa.

Melihat kebutuhan yang semakin besar, ibunya menyarankan ANTON untuk menjual rumah dan pindah ke rumah yang lebih kecil. ANTON kemudian bekerja sebagai tukang parkir ibunya bekerja sebagai penjual kue keliling (realitas olahragawan di Indonesia, habis manis sepah dibuang).

Walaupun FRANCO hebat, akan tetapi ternyata tidak ada greget lagi dalam dunia tinju. Tinju seolah-olah kehilangan tokoh besarnya, yaitu ANTON. Untuk itu manajernya mencoba mengadakan sebuah terobosan (kepentingan individu) untuk membangkitkan kembali semangat tinju, yaitu dengan menggelar pertandingan ANTON vs FRANCO. Tapi FRANCO menolak dengan alasan "menang malu, kalah juga malu" karena melawan orang yang cacat.

Manajer tersebut akhirnya menemui ANTON dan mengutarakan maksudnya, ANTON menolak. Kemudian manajer tersebut menemui pelatih PAULUS, diapun mengatakan keberatannya karena yang akan dilatih adalah orang cacat, tapi akhirnya dia setuju untuk mengajak ANTON kembali bertanding. Pelatih tersebut pun menemui ANTON, tapi jawaban ANTON tetap sama yaitu tidak mau.


Akan tetapi, ANTON melihat kondisi ibunya sekarang yang sering sakit-sakitan dan membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan dan kehidupan sehari-hari, akhirnya ANTON pun setuju untuk bertanding. Konferensi pers pun digelar dan ANTON hanya memiliki waktu 3 bulan untuk mempersiapkan diri. Latihan pun dimulai, akan tetapi pelatihnya terlihat frustasi karena jangankan untuk latihan teknik, untuk bergerak saja ANTON sudah sangat kesulitan. ANTON pun berpikir dan menyarankan untuk mengajak perawat RETA. ANTON yakin, hanya RETA yang mampu melakukan terapi untuk dirinya, gawatnya RETA menolak. Tapi, itu tidak lama, RETA melihat kesungguhan dalam diri ANTON dan akhirnya dia menerima tawaran tersebut. RETA pun segera melatih ANTON dengan penuh kesabaran dan akhirnya ANTON siap untuk bertanding.

Tiba hari pertandingan, FRANCO langsung menghajar ANTON habis-habisan. Tapi ANTON tidak menyerah, dia terus berjuang dan berjuang. Walau beberapa kali terjatuh, ANTON tetap bertahan hingga ronde terakhir berakhir, sehingga harus dilakukan perhitungan angka. Hakim A dan B memberikan angka sama, tetapi hakim C memberikan angka 95 untuk ANTON dan 96 untuk FRANCO. ANTON kalah, tetapi tiba-tiba FRANCO menghampiri ANTON dan mengangkat tangan ANTON, yang artinya bahwa mereka berdua adalah JUARA sejati.

Selamat Menikmati Film Karya RUDI SOEJARWO ini, kiranya dapat menjadi motivasi kita dalam menghadapi kehidupan yang semakin keras.

Friday, July 11, 2008

Thursday, June 19, 2008

Jadilah Kelompok Minoritas

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal ada dua pandangan masyarakat dalam menilai hidup seseorang yaitu orang yang disebut sukses dan orang yang gagal. Meski kriteria sukses atau gagal mungkin akan berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain, namun tak bisa dipungkiri bahwa ada sekelompok kecil orang yang diakui oleh semua orang sebagai "manusia-manusia yang sukses". Manusia sukses ini jumlahnya amat sedikit jika dibandingkan dengan mereka yang disebut "manusia-manusia gagal". Jika dilihat dari suatu gambar piramida maka orang yang sukses adalah mereka yang berada pada bagian paling atas sekaligus merupakan bagian yang paling kecil. Oleh karena itulah mereka seringkali disebut kelompok minoritas.
Pertanyaan yang mungkin timbul kemudian adalah mengapa jumlah orang yang sukses sangat sedikit sementara orang-orang gagal bisa ditemukan dimanapun kita berada. Bahkan dapat dikatakan bahwa mayoritas penghuni planet bumi ini adalah orang-orang gagal atau orang-orang yang merasa dirinya gagal. Sebenarnya faktor apa saja yang membedakan karakteristik orang sukses dengan orang yang gagal atau kata lain apa sih rahasia manusia-manusia sukses?
Keahlian dan Sikap Mental
Di era tahun 1990-an, Harvard University mengadakan penelitian yang difokuskan pada apa yang membedakan antara orang yang sukses dengan ornag yang gagal di bidang karir. Dari riset tersebut ditemukan bahwa 15 % dari kesuksesan karir seseorang disebabkan oleh keahlian teknis sementara sisanya yang 85 % disebabkan oleh sikap mental. Keahlian teknis adalah job skill atau yang sering disebut dengan hardware skill atau keahlian anda memahami benda mati dan cara menghidupkannya. Sementara mental skill adalah keahlian anda dalam hal memahami orang dan cara kerja dunia. Katakanlah anda saat ini memiliki keahlian di bidang web programming. Jika anda hanya bertumpu pada keahlian itu semata tanpa keterlibatan keahlian personality, karakter kerja, interaksi, jaringan relasi maka bisa jadi keahlian itu hanya berguna bagi diri anda atau orang lain yang anda kenal dengan jumlah sangat terbatas dan tidak akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan orang lain.
Empat Pilar
Greg Phillips (2002), dalam artikelnya berjudul Create Your Future (Ultimate Potential 2002), mencoba membongkar rahasia di balik kesuksesan seseorang. Kesimpulannya terdapat empat hal yang dapat menjadi pembeda utama antara orang sukses dengan orang yang gagal. Keempat pembeda tersebut terletak pada kualitas tinggi dan rendahnya faktor yang dimaksud. Artinya baik orang sukses maupun gagal pada dasarnya sama-sama memiliki faktor tersebut tetapi kualitasnya tidak sama.
1. Harapan
Ekspektasi atau harapan terhadap apa yang diinginkan masing-masing orang dari kehidupan ini menjadi pembeda. Orang sukses memiliki harapan besar dan bernuansa jangka panjang. Karena harapan yang besar maka secara naluriah ia terdorong untuk meraih sesuatu yang besar. Seperti yang katakan W. Somerset Maugham, "Tidak selamanya anda mendapat apa yang anda inginkan dari kehidupan ini tetapi anda akan mendapatkan apa yang anda harapkan". Oleh karenanya taruhlah harapan positif kepada diri anda, orang lain dan lingkungan /dunia.
2. Kontrol
Ada petunjuk di balik fakta ilmiah tentang apa yang membentuk intelegensi manusia. Ditemukan bahwa intelegensi manusia, 10%-nya dihasilkan dari faktor heriditasi, warisan nenek moyang dan sisanya yang 90% dihasilkan dari faktor lingkungan. Dari bukti ini, anda tidak perlu membeda-bedakan dari gen mana seseorang dilahirkan sebab masih mempunyai kesempatan mengontrol atau mengendalikan yang 90%-nya. Anda masih bisa mengontrol sebab-sebab mayoritas untuk menjadi sukses, misalnya:
  • Bagaimana anda menciptakan reaksi terhadap tantangan. Apakah anda akan memilih menjadi korban atau penentu reaksi secara tepat?
  • Kepada kelompok mana anda berasosiasi. Apakah ke kelompok orang sukses yang senantiasa memberikan energi postif apda anda atau ke kelompok ornag yang gagal yang justru akan menjadi perusak dan penghambat bagi kemajuan anda?
  • Kebiasaan apa saja yang anda jalankan setiap hari demi kepentingan kemajuan anda?
  • Dan lain-lain.
3. Keyakinan
Rumus yang paling sahih tentang keyakinan adalah bahwa anda tidak bakal mencapai sesuatu melebihi keyakinan terhadap kemampuan anda untuk meraih. Artinya keyakinan anda haruslah didasarkan pada hal-hal faktual yang anda miliki. Terutama pada hal-hal yang bisa diasumsikan secara rasio, anda wajib memiliki keyakinan yang didasarkan pada hasil-hasil faktual. Namun mengingat bahwa kehidupan ini tidak seluruhnya bisa disentuh oleh asumsi rasional, maka di sisi lain anda membutuhkan keyakinan mental. Keyakinan kedua ini sangat berguna untuk menghadang virus keragu-raguan, rasa tidak berdaya, rasa malas, takut menghadapi risiko.
4. Kecerdasan Bersikap
Seperti yang dikatakan Voltaire bahwa kehidupan ini bisa disimbolkan menjadi sebuah game - permainan kartu. Dalam suatu permainan maka setiap orang harus menerima kartu yang diberikan lalu persoalan menang dan kalah di babak akhir sepenuhnya tergantung pada bagaimana anda menjatuhkan kartu. Inilah ilustrasi sederhana tentang kecerdasan bersikap. Ia menyimpan hubungan erat dengan persoalan bagaimana anda memperlakukan diri anda dan orang lain kemudian dari sinilah terjadi feedback yang setimpal bahkan lebih dari orang lain dan lingkungan /dunia.
Atas perbedaan kualitas tersebut, maka Less Brown dalam artikelnya Learn To Be Winner (dikutip dari Top Achievement 2000) membagi manusia menjadi tiga kelompok yaitu:
1. Winner
Pemenang adalah orang yang hidup dengan keunggulannya. Ia sudah mampu merealisasi dirinya dalam kapasitas yang paling optimal. Winner inilah yang menempati bagian dari kelompok yang paling kecil. Jiwa-jiwa pemenang selalu menaruh harapan untuk menang meskipun realitas temporer mungkin mengkondisikan dirinya kalah. Ia memiliki keyakinan tinggi terhadap hukum pembalasan akhir, memiliki kontrol atas sesuatu yang bisa berpengaruh terhadap perkembangan dirinya dan bersikap assertive terhadap manusia lain serta mampu bertindak sesuai dnegan tuntutan keadaan.
2. Loser
Berbeda dengan karekteristik winner, seorang loser (pecundang) hidup dengan keterbatasan dan kelemahan. Dirinya adalah realisasi dari intimidasi orang lain dan keadaan. Dalam hal harapan, ia selalu dibayangi oleh rasa takut bahwa hal-hal yang tidak diinginkan akan menimpanya. Dengan tingkat dominasi yang terlalu tinggi, maka pada akhirnya apa yang ia takutkan justru menjadi kenyataan. Seperti kata W. Somerset: "Hidup ini lucu. Jika anda menolak untuk menerima segala sesuatu selain harapan baik, seringkali justru yang terjadi anda harus menerimanya".
3. Potential winner
Kelompok ini merupakan potret orang yang belum menemukan dirinya secara utuh tetapi tidak berhenti melakukan pencarian. Ia memiliki pondasi personal yang masih labil, terkadang ia ingat dengan cita-cita dan harapan optimis hari depan, keyakinan yang begitu tinggi untuk mengalahkan tantangan, tetapi di saat yang berbeda ia pun terkadang lupa dengan harapan dan keyakinan untuk menaklukkan tantangan. Intinya kelompok ini berada di tengah-tengah. Hanya pilihan dan kegigihannya untuk terus maju yang bakal menobatkan dirinya menjadi pemenang.
Beberapa Saran
Merujuk pada dua pandangan di atas, maka jika anda ingin berada pada kelompok minoritas maka ada baiknya anda ikuti beberapa saran sebagai berikut:
1. Mengasah Potensi
Anda sudah diberi potensi dasar mulai dari fisik, intelektual, emosional, spiritual, akses dukungan eksternal, mental, material, visual, moral atau potensi lain yang sudah anda rasakan eksistensinya di dalam diri anda dan masih ditambah dengan potensi lain yang mungkin saat ini belum anda ketahui. Sadari dan syukurilah bahwa anda telah diberikan begitu banyak potensi. Persoalannya kemudian adalah anda tidak cukup hanya menyadari dan mensyukuri keberadaan potensi tersebut sebab potensi dasar tersebut masih merupakan bahan baku - Gold Mine yang hanya 15% - 10% peranannya. Contoh: jika fisik anda kuat tidak berarti secara otamatis (take for granted) anda menjadi atletik ternama. Untuk menjadi atletik anda membutuhkan sentuhan Gold Mind yang peranannya menurut survey dari Harvard University mencapai 85 % - 90%. Artinya potensi dasar harus diasah atau dikembangkan melalui berbagai cara misalnya pendidikan, kursus, sosialisasi, dsb.
2. Jangan jadikan kelemahan sebagai belenggu
Dari sekian potensi dasar yang anda miliki tersimpan kadar yang bervariasi. Dalam bahasa yang lebih umum, kadar potensi dasar yang rendah cenderung diartikan sebagai kelemahan sebaliknya jika kadarnya tinggi diartikan sebagai keunggulan. Contoh: sebagian dari anda diberi kadar intelektual tinggi tetapi kadar materi rendah sehingga nalurinya untuk menjadi 'pedagang' tidak tajam. Dalam menghadapi hal seperti ini maka tugas anda adalah mengoptimalkan keunggulan. Jangan jadikan kelemahan sebagai alasan yang membelenggu karena kelemahan adalah pasangan yang menyertai keunggulan. Jangan takut jika anda menemukan bahwa dri anda memiliki berbagai kelemahan. Biasanya semakin tinggi optimalisasi keunggulan, kian bertambah mencolok kelemahan seseorang. Paradoknya orang yang kelemahannya tidak menonjol biasanya ia pun tidak memiliki keunggulan yang menonjol. Sama seperti kata orang bijak bahwa orang yang tidak pernah salah adalah orang yang tidak pernah melakukan apa-apa.
3. Ambil kendali penyelesaian konflik
Secara umum kesuksesan dapat didefinisikan sebagai proses realisasi diri secara optimal sesuai dengan perkembangan yang anda capai. Pada dasarnya, semua manusia berpotensi untuk merealisasikan keunggulan dirinya. Jika kemudian fakta menunjukkan lebih banyak orang yang gagal ketimbang jumlah orang yang sukses, maka hal itu terletak pada kontrol terhadap environmental factors yang tidak memadai, seperti yang dikemukakan Greg Phillip di atas.
Bagaimana proses itu terjadi? Penjelasannya adalah sebagai berikut: Ketika masih bayi anda adalah sosok yang visioner, abundant mentality, positive thinking, lucu, lugu, dan bisa merasakan bahwa life is a game. Saat itu anda adalah The Only You. Ketika mulai berinteraksi dengan orang lain yang bisa jadi dengan pola polarisasi, konfrontasi, paradoksal, interaksi partnership, dan sebagainya maka dari sini mulai terjadi proses konflik antara anda dan orang lain serta lingkungan / dunia. Di satu sisi anda membutuhkan proses untuk saling menyentuh demi kemajuan anda tetapi di sisi lain anda perlu membuang negative side-effect yang ditimbulkannya. Pada saat seperti ini anda bukan lagi The Only You melainkan The Conflicted You. Dari konflik inilah akhirnya tercipta apa yang disebut kemenangan (sukses) dan kekalahan (gagal) yang pada akhirnya akan menjadi The Real You. Jika anda memilih mengambil kendali kemenangan dengan cara menyelesaikan setiap konflik sedini mungkin sehingga tidak mempengaruhi energi positif yang ada dalam diri anda, maka akan dapat dipastikan bahwa andalah yang menjadi pemenang. Sebaliknya jika konflik terus anda biarkan bahkan anda izinkan untuk memimpin atau mengendalikan hidup anda maka anda akan menjadi sosok yang diinginkan oleh konflik tersebut yang akhirnya cepat atau lambat akan membawa anda menuju kegagalan.

Akhir kata, jika anda ingin menjadi kelompok minoritas maka milikilah karakteristik sebagai seorang pemenang. Pilihan seluruhnya di tangan anda. Semoga berguna.

Tuesday, June 17, 2008

Semangat Penemuan


Penemuan besar menyelesaikan masalah besar, tetapi terdapat benih-benih penemuan dalam setiap penyelesaian masalah. Masalah Anda mungkin sederhana; tetapi jika itu menantang rasa ingin tahu Anda serta melibatkan pikiran yang kreatif, dan jika Anda menyelesaikannya dengan cara Anda sendiri, Anda akan merasakan ketegangannya dan menikmati rasa kemenangan dari suatu penemuan.


Big invention finalizes big problem, but there is invention seeds in every solving of problem. Your problem maybe simple; but if that challanges your eagerness to know and entangles creative mind, and if you finalizes it by the way of Your own, You will feel its(the stress and enjoys victory taste from an invention.




George Polya dalam Kalkulus ed. 4 karya James Stewart