Friday, July 4, 2008

Menentukan Ukuran Sampel

Salah satu syarat pengunaan teknik statistik Nonparametris adalah bahwa : sampel sebagai sumber data harus diambil secara random, atau yang disebut dengan random sampling. Random sampling berarti teknik pengambilan sampel yang memberi peluang sama kepada seluruh anggota populasi untuk dapat dipilih sebagai anggota sampel.
Sampel yang baik adalah sampel yang representatif yang mewakili populasi. Berapa jumlah anggota yang akan digunakan sebagai sumber data tergantung pada tingkat kepercayaan yang dikehendaki. Bila dikehendaki sampel dipercaya 100% mewakili populasi, maka jumlah anggota sampel sama dengan jumlah anggota populasi. Bila tingkat kepercayaan 95% maka jumlah anggota sampel akan lebih kecil dari jumlah anggota populasi.
Krejcie dan Morgan (1970) telah memberi panduan kepada kita dalam menentukan jumlah anggota sampel dari populasi tertentu dengan taraf kepercayaan 95%. Lihat tabel 1.2 (mohon maaf, tabel akan disertakan kemudian)
Dalam tabel 1.2 terlihat bahwa, bila jumlah anggota populasi N = 100 maka jumlah anggota populasi (s) yang diperlukan = 80. Bila jumlah anggota populasi 1000, maka jumlah sampel yang diperlukan = 285. Selanjutnya bila jumlah anggota populasi N =100.000, maka jumlah sampel yang diperlukan = 384.
Roscoe dalam buku Research Methods For Bussines (1992:253) memberikan saran-saran tentang ukuran sampel sebagai berikut :
1. Ukuran sampel yang layak digunakan dalam penelitian adalah antara 30 s/d 500.
2. Bila sampel dibagi dalam kategori (pria-wanita, pegawai negeri-swasta) maka jumlah anggota sampel setiap kategori minimal 30.
3. Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariat (korelasi atau regresi ganda misalnya), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti. Misalnya variabel penelitiannya ada 5 (indedependen + dependen) maka jumlah anggota sampel = 10 x 5 = 50
4. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol maka jumlah anggota sampel masing-masing 10 s/d 20

Pedoman Umum Memilih Statistik Nonparametris Untuk Pengujian Hipotesis

Terdapat dua macam teknik statistik inferensial yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian, yaitu Statistik Parametris dan Statistik Nonparametris. Keduanya bekerja dengan data sampel, dan pengambilan sampel harus dilakukan secara random.

Statistik Parametris lebih banyak digunakan untuk menganalisis data yang berbentuk interval dan ratio, dengan dilandasi beberapa persyaratan tertentu antara lain misalnya : data variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Statistik Nonparametris digunakan untuk menganalisis data yang berbentuk nominal dan ordinal dan tidak dilandasi persyaratan data harus berdistribusi normal.

Untuk menentukan teknik Statistik Nonparametris mana yang akan digunakan untuk pengujian hipotesis, maka perlu diketahui terlebih dulu bentuk data yang akan dianalisis (nominal atau ordinal) dan bentuk hipotesis (deskriptif, komparatif, asosiatif).

1. Untuk menguji hipotesis deskriptif satu sampel bila datanya berbentuk nominal, maka digunakan teknik statistik :
a. Binomial
b. Chi Kuadrat satu sampel

2. Untuk menguji hipotesis deskriptif satu sampel bila datanya berbentuk ordinal, maka digunakan teknik statistik :
a. Run Test

3. Untuk menguji hipoteis komparatif dua sampel yang berpasangan bila datanya berbentuk nominal digunakan teknik statistik :
a. Mc Nemar

4. Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel berpasangan bila datanya berbentuk ordinal digunakan teknik statistik :
a. Sign Test
b. Wilcoxcon matched pairs

5. Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk nominal digunakan teknik statistik :
a. Fisher Exact Probability
b. Chi Kuadrat dua sampel

6. Untuk menguji hipotesis dua sampel independen bila datanya berbentuk ordinal digunakan teknik statistik :
a. Median Test
b. Mann-Whitney U Test
c. Kolmogorof Smirnov
d. Wald-Wolwofits

7. Untuk menguji hipotesis komparatif k sampel berpasangan, bila datanya berbentuk nominal digunakan teknik statistik :
a. Chocran Q

8. Untuk menguji hipotesis komparatif k sampel berpasangan bila datanya berbentuk ordinal, digunakan teknik statistik :
a. Friedman Two-way Anova

9. Untuk menguji hipotesis komparatif k sampel independen, bila datanya berbentuk nominal, digunakan teknik statistik :
a. Chi Kuadrat k sampel
10. Untuk menguji teknik komparatif k sampel independen, bila datanya berbentuk ordinal digunakan teknik statistik :
a. Median Extension
b. Kruskal-Wallis One Way Anova
11. Untuk menguji hipotesis asosiatif/hubungan (korelasi) bila datanya berbentuk nominal digunakan teknik statistik :
a. Koefisien Kontengensi
12. Untuk menguji hipotesis asosiatif/hubungan (korelasi) bila datanya berbentuk ordinal digunakan teknik statistik :
a. Korelasi Spearman Rank
b. Korelasi Kendal Tau

Wednesday, July 2, 2008

Just For Laugh...

Kelas Bahasa Indonesia

Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi.
Guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.
Murid-murid : Selamat pagi, Bu Guru!
Bu Guru (dengan suara melengking) : Mengapa bilang selamat pagi saja? Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?
Murid-murid : Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru.....
Bu guru : Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat seperti itu ! Katakan saja selamat sejahtera, bukankah lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.
Murid-murid : Selamat sejahtera Bu Guru!
Bu guru : Sama-sama, duduk! Dengar sini baik-baik. Hari ini Bu Guru mau menguji kalian semua tentang perlawanan kata atau antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kamu semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengertii....?
Murid-murid : Mengerti Bu Guru...
Guru : Pandai!
Murid-murid : Bodoh!
Guru : Tinggi!
Murid-murid : Rendah!
Guru : Jauh!
Murid-murid : Dekat!
Guru : Berjaya!
Murid-murid : Menang!
Bu Guru terhenti karena jawaban muridnya salah.
Guru : Salah itu...!
Murid-murid : Betul ini!
Guru (geram) : Bodoh!
Murid-murid : Pandai!
Guru : Bukan!
Murid-murid : Ya!
Guru (mulai pusing) : Oh Tuhan!
Murid-murid : Oh Hamba!
Guru : Dengar, ini....
Murid-murid : Dengar, itu...
Guru : Diaaaaaam..........!!!!!
Murid-murid : Ribuuuuut........!!!!!
Guru : Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!
Murid-murid : Ini adalah jawaban, pandai!!!
Guru : Mati aku!
Murid-murid : Hidup kami!
Guru : Saya rotan baru tau rasa!!
Murid-murid : Kita akar lama tak tau rasa!!
Guru : Malas aku ngajar kalian!
Murid-murid : Rajin kami belajar bu guru...
Guru: Kalian gila semua !!!
Murid-murid : Kami waras sebagian !!!
Guru : Cukup! Cukuuuuuup !
Murid-murid : Kurang! Kuraaaaaang !
Guru : Sudah ! Sudaaaaaaaahhh......!
Murid-murid : Belum! Beluuuuuuumm.....!
Guru : Mengapa kamu semua bodoh sekali?
Murid-murid : Sebab saya seorang pandai!
Guru : Oh! Melawan, ya ??!!
Murid-murid : Oh! Mengalah, tidak ??!!
Guru : Kurang ajar!
Murid-murid : Cukup ajar!
Guru : Habis aku !
Murid-murid : Kekal kamu !
Guru (putus asa) : O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid-murid : K.O. Pelajaran belum mulai!
Guru : Sudah, bodoh!
Murid-murid : Belum, pandai!
Guru : Berdiri!
Murid-murid : Duduk!
Guru : Bego kalian ini!
Murid-murid : Cerdik kami itu!
Guru : Rusak!
Murid-murid : Baik!
Guru (stres) : Kamu semua ditahan siang ini!!!
Murid-murid : Kami sebagian dilepaskan malam itu!!!
Bu Guru mukanya merah padam dan tanpa bicara lagi mengambil buku-bukunya dan keluar ruangan.

CAPE DECH...???