Tuesday, April 12, 2011

MENULIS

Tertarik obrolan dengan rekan-rekan di mailing list-nya para ahli matematika di Indonesia (IndoMS), terutama bagian "rendahnya tingkat publikasi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia".
Berikut adalah data yang saya terima dari Prof. Hendra Gunawan (pakar analisis ITB):
"47 Perguruan Tinggi Indonesia yang Terekam di Scopus
(Angka dalam tanda kurung menyatakan jumlah publikasi
per 5 April 2011)

Pembanding: Universiti Kebangsaan Malaysia (7563)
1. Universitas Indonesia (1763*)
2. Institut Teknologi Bandung (1733)
3. Universitas Gadjah Mada (1021)
4. Institut Pertanian Bogor (724)
5. Universitas Airlangga (352*)
6. Universitas Diponegoro (313)
7. Universitas Padjadjaran (285)
8. Institut Teknologi Sepuluh November (282)
9. Universitas Hasanuddin (280)
10. Universitas Udayana (209)
11. Universitas Brawijaya (183)
12. Universitas Andalas (178)
13. Universitas Syiah Kuala (139)
14. Universitas Lampung (113)
15. Universitas Sam Ratulangi (111)
16. Universitas Sumatera Utara (101)
17. Universitas Trisakti (94)
18. Universitas Kristen Petra (76)
19. Universitas Sebelas Maret (60)
20. Universitas Riau (59)
21. Universitas Sriwijaya (59)
22. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (57)
23. Universitas Jember (54)
24. Universitas Jenderal Soedirman (54)
25. Universitas Mulawarman (53)
26. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (45)
27. Universitas Mataram (43)
28. Universitas Palangka Raya (36)
29. Universitas Kristen Satya Wacana (36)
30. Universitas Tarumanegara (34)
31. Universitas Tanjungpura (32)
32. Universitas Bengkulu (31)
33. Universitas Pelita Harapan (25)
34. Universitas Islam Indonesia (24)
35. Universitas Bina Nusantara (18)
36. Universitas Pattimura (18)
37. Universitas Kristen Maranatha (15)
38. Universitas Nusa Cendana (14)
39. Universitas Lambung Mangkurat (12)
40. Institut Teknologi Indonesia (10)
41. Universitas Negeri Yogyakarta (10)
42. Institut Agama Islam Negeri Yogyakarta (8)
43. Universitas Pasundan Bandung (7)
44. Institut Teknologi Nasional Malang (6)
45. Universitas Terbuka (6)
46. Universitas Pancasila (5)
47. Universitas Muhammadiyah Malang (4)
*Termasuk Fakultas Kedokteran (di Scopus datanya terpisah)"

Dari data ini jelas terlihat bahwa Indonesia masih belum bisa bersaing dengan negara-negara lain di dunia. Bahkan jumlah seluruh tulisan kampus-kampus di Indonesia hanya berjumlah 8792 publikasi, hanya sedikit lebih besar dari 1 kampus Malaysia.

Fakta ini jelas sangat memprihatinkan dan merupakan preseden buruk bagi nama baik bangsa Indonesia. Bagaimana cara untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmuan Indonesia di kancah internasional..??

Beberapa kendala yang penulis rasakan untuk mempublikasikan tulisan ke jurnal internasional yang berkualitas adalah:
  1. Masalah bahasa. Hal ini merupakan hal dasar yang menjadi masalah tersendiri bagi penulis Indonesia untuk mempublikasikan karyanya. Untuk menghasilkan tulisan berkualitas, tentunya penulis juga harus membaca karya-karya berkualitas lainnya, yang biasanya dihasilkan oleh penulis luar negeri. Dengan keterbatasan bahasa, penulis Indonesia cenderung tidak mampu menggunakan artikel-artikel luar negeri untuk memperkaya tulisannya.
  2. Masalah mental. Hal ini merupakan benteng yang harus dihancurkan dari budaya Indonesia, yaitu mental malu, mental putus asa, dan mental mencari jalan mudah tanpa perjuangan. Banyak penulis kita (contoh kasus di tempat penulis mengajar), tidak bisa dikritik, apabila ditegur karena beberapa kesalahan penulisan, cenderung marah dan akhirnya menyerah.
  3. Masalah pengetahuan. Minimnya pengetahuan penulis Indonesia tentang tata cara menulis yang benar, format penulisan yang baik, dan juga cara penelitian yang menghasilkan karya besar dan pantas dipublikasikan secara internasional.

Dari beberapa kendala di atas, maka penulis mencoba mengajukan beberapa usul yang mungkin dapat dijadikan solusi:
  1. Mulai sejak dini, mungkin sejak bangku sekolah, murid-murid Indonesia sudah dibekali dengan bahasa Inggris yang baik, bahkan bisa dibuat menjadi syarat mutlak seseorang dinyatakan lulus dari suatu jenjang pendidikan. Di dunia kampus, dosen berusaha menggunakan teks book dalam bahasa Inggris dan meminta mahasiswa untuk mengakses jurnal internasional, sehingga terbiasa untuk menggunakan, membaca, dan menulis dalam bahasa Inggris.
  2. Budayakan kegiatan peer review (terutama dengan sistem blind review) dan sosialisasikan kepada dosen di perguruan tinggi tentang sistem ini, sehingga mereka tidak merasa ditolak secara subyektif. Peer review juga wajib memberikan masukan dan perbaikan, sehingga dosen yang bersangkutan memperoleh ilmu pengetahuan untuk perbaikan.
  3. Dosen muda/junior berusaha belajar lebih banyak dan bertanya lebih banyak kepada dosen senior, terutama bagaimana menulis dan meneliti yang baik. Dosen senior tidak pelit terhadap ilmu, berusaha untuk memberikan bantuan. Tidak hanya mengkritik rendahnya publikasi Indonesia, tetapi juga harus melatih dan membimbing dosen muda untuk berkarya dan menghasilkan publikasi internasional yang bermutu.

Akhirnya, mari kita berbuat sesuatu. Bukan hanya sekedar wacana dan propaganda saja.
Selamat Berkarya dan Majulah Indonesia.

6 comments:

Tora Bastem said...

saya salah satu mahasiswa Matematika dan kampus saya turut disebutkan dalam daftar di atas. memang tak bisa dipungkiri bahwa karya ilmiah kita masih minim. minat penulisan ilmiah di tingkatan mahasiswa sangat minim. Tenaga dosen yang perlu menggenjot naluri menulis ilmiah dulu, mahasiswa akan turut dan mengikuti jika sudah ada teladan..

Leonard Mangunsong said...

Wuahhh.. bagus nich semangat mahasiswa seperti ini..
Kan sudah ada contohnya seperti yang kamu lihat di daftar di atas...
Sekarang, tinggal semangat donk untuk memberikan karya bagi kampus dan untuk Indonesia.

agen obat herbal said...

boleh juga infonya sangat lengkap dan menari, boleh di pelajari

Obat tradisional HIV AIDS said...

sangat bermanfaat sekali infonya buat saya .... saya Fakultas UNMA tOLONG CANTUMKAN

Guru Pantura said...

Membuat saya semakin semangat untuk tetap berkarya dalam bidang apapun demi maju dan berkembangnya pendidikan di Negeri ini,,,,

Gugus Adab said...

sharusnya setiap fakultas ada pusat penelitian. Dan mahasiswa juga dberi banyak reward dan keuntungan bila mereka menjadi peneliti. Harus ada sokongan dari banyak pihak.

www.gugusmile.blogspot.com