Monday, September 13, 2010

Penelitian Survei

Penelitian merupakan usaha ilmiah yang dilakukan untuk menjawab masalah. Masalah sendiri merupakan sesuatu yang harus diselesaikan atau dicari pemecahannya. Penyebab masalah adalah karena adanya kesenjangan, adanya pengaduan, adanya persaingan. Akan tetapi, penyebab terbesar masalah adalah karena adanya kesenjangan, seperti kesenjangan antara teori dengan praktek, kesenjangan antara pengalaman dengan kenyataan dan lain sebagainya.

Penelitian menurut perlakuan yang diberikan dalam rangka pengumpulan data dibagi menjadi 2, yaitu penelitian survei dan penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen, seperti sudah diketahui sebelumnya, merupakan penelitian yang memberikan perlakuan kepada responden dan mengontrol faktor-faktor yang mungkin akan mengganggu proses penelitian. Penelitian survei, merupakan kebalikan dari penelitian eksperimen, yaitu tidak memberikan perlakuan apapun kepada responden, hanya mengumpulkan data menggunakan instrumen yang telah dibakukan, seperti angket, tes dan lain sebagainya.

Penelitian survei, secara umum dibagi menjadi 2 pula, yaitu survei murni dan survei ex post facto. 1) Survei murni, adalah proses penelitian yang mengambil data dari responden tanpa memberikan perlakuan dan variabel yang diteliti masih dapat diubah (berubah seiring perlakuan yang dialami selanjutnya), serta data yang dihasilkan merupakan data dengan tipe rasio/interval dan diambil dengan menggunakan angket. Contoh variabel yang dimaksud adalah motivasi, kreatifitas, konsep diri, konsistensi diri, tinggi badan, berat badan, dll. 2) Survei Ex Post Facto, adalah proses penelitian tanpa memberikan perlakuan, akan tetapi variabel yang diteliti biasanya merupakan "karunia" dan tidak bisa (sangat sulit) diubah/direkayasa dan data yang dihasilkan merupakan data dengan tipe nominal/ordinal yang diambil menggunakan form isian. Contoh variabel yang dimaksud adalah jenis kelamin, karakter, dll.

Penelitian survei murni, bila data yang dihasilkan tetap ditampilkan dengan bentuk data rasio/interval (tidak diubah ke dalam bentuk level), maka dapat diolah dengan uji hipotesis korelasi dan regresi. Contohnya: pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika, pengaruh konsep diri dan kreatifitas siswa terhadap hasil belajar IPA.

Penelitian survei ex post facto, biasanya diolah secara komparatif. Memang, tipe penelitian ini dapat juga diolah dengan korelasi, misalnya dengan korelasi spearman brown dan kendal's tau. Akan tetapi, hasil penelitian ini tidak memberikan makna yang dapat diimplementasikan dengan baik. Misalnya, penelitian dengan judul pengaruh jenis kelamin terhadap hasil belajar matematika memberikan korelasi 0,76 dengan persamaan regresi Y=56,5+0,57X. Hasil tersebut tidak bisa diimplementasikan dengan arti "semakin pria seseorang maka semakin tinggi hasil belajar matematikanya". Oleh karena itu, penelitian ex post facto sebaiknya diolah dengan teknik komparasi, yaitu membandingkan hasil belajar matematika antara pria dan wanita, sehingga apabila diperoleh hasil ada perbedaan antara pria dan wanita, maka implementasi yang dihasilkan jelas, yaitu berikan perhatian yang besar pada jenis kelamin yang membutuhkan.

Butuh informasi:
Silahkan hubungi 081382939050 (leonard@unindra.net)

2 comments:

Bersama Membangun Negeri said...

saya menyukai informasi yang bapak tulis. saya ingin bertanya: bila saya menghimpun data seperti survei ex post facto tapi tidak melakukan komparasi dgn yang sebelumnya.saya hanya mendeskripsikan hasil angket yang saya sebarkan dengan pendekatan pertanyaan yg cukup mendetail.apakah ini bisa masuk kategori penelitian survei?

xiccasoul said...

lagi iseng2 nyari materi untuk belajar uas metlit hari selasa, eh gak sengaja nemu blognya bpk Leonard.. sangat membantuu..