Showing posts with label iptek. Show all posts
Showing posts with label iptek. Show all posts

Wednesday, June 25, 2008

Richard Stallman : Sang Nabi Kemerdekaan Software

Tanpa Stallman dan gerakan GNU-nya mungkin Linux tidak akan menjadi seperti sekarang. Pria dengan sorot mata yang tajam ini bagaikan sosok 'nabi' yang menyerukan kemerdekaan piranti lunak. Richard Stallman, adalah salah satu dari gerombolan programmer di Massachusets Institute of Technology (MIT) yang dikenal sebagai hacker. Kelompok ini adalah penghuni laboratorium Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) di MIT yang kerap bekerja di depan komputer hingga berhari-hari demi menghasilkan sebuah piranti lunak, hacker dalam arti yang murni.


 

Santo Ignucius

Karya paling fenomenal dari hacker yang punya julukan RMS ini adalah GNU, yaitu sebuah proyek yang pada awalnya berusaha menghasilkan sistem operasi mirip Unix dengan nama GNU (singkatan berulang dari GNU's Not Unix). GNU melahirkan banyak proyek piranti lunak merdeka, yang di kemudian hari akan bergabung dengan kernel Linux untuk menjadi sebuah piranti lunak komplit.

Namun tonggak GNU adalah lisensi yang bernama GNU General Public License, dokumen legal ini memungkinkan seorang penulis piranti lunak untuk memerdekakan kode penyusun piranti lunak yang disusunnya, sebuah tindakan yang lebih populer dikaitkan dengan Open Source tapi oleh Stallman lebih suka disebut sebagai Free Software. Dengan GPL piranti lunak yang disusun bisa dimodifikasi oleh orang lain dengan syarat hasil modifikasi dikembalikan ke penulis awal serta dimerdekakan di bawah GPL. Sebenarnya GPL merupakan cara penulis piranti lunak untuk menegakkan hak cipta mereka. Lisensi ini memungkinkan penulis mengambil hak cipta mereka lalu memerdekakannya, berbeda dengan melepas sebuah karya ke ranah umum yang akan meniadakan hak cipta seorang penulis.

GNU oleh Stallman dibawa ke berbagai tempat. Ia tak pernah letih mengajak orang untuk menyebut Linux sebagai 'GNU/Linux' atau 'GNU+Linux'. Saking kuatnya khotbah sang Stallman soal GNU, ia menjuluki dirinya sendiri dengan 'St. IGNUcius' (Santo Ignucius), plesetan dari Santo Ignatius dan GNU.

Prestasi Stallman lainnya adalah ia berhasil membawa pemerintahan di negara bagian Kerala, India bagian Selatan untuk beralih menggunakan piranti lunak merdeka. Bahjkan di akhir tahun 2006, Kerala menyatakan dengan tegas penolakan mereka terhadap piranti lunak buatan Microsoft.


 

Gembel Kampus

Seorang penyendiri, Stallman menghabiskan hidupnya di kampus MIT. Ia tak memiliki ponsel dan kendaraan bermotor. "Saya hidup bagai seorang mahasiswa, dan ini bagus karena dengan demikian saya yakin bahwa uang tidak mengendalikan hidup saya," tuturnya suatu ketika. Pria berambut panjang dan brewokan ini konon kerap ditemui berkelana di daerah pejalan kaki di kampus.

Reputasinya dari sosok pribadi adalah sosok yang nyentrik. Stallman dilaporkan kerap memungut sesuatu dari rambutnya dan menceburkan 'benda´ itu ke dalam sop yang akan dimakannya. Perilaku 'gila' seperti itu dikhawatirkan akan merusak citra gerakan kemerdekaan software yang selalu diusungnya. Bahkan citra Stallman ditakutkan akan merusak citra Linux yang semakin besar di kalangan bisnis dan industri besar.

Stallman memang hidup di kampus. Dari MIT-lah ia pertama kali menyadari bahwa piranti lunak harus dimerdekakan. Tentunya hal itu tidak didapatkannya dari bangku kuliah. Pada 1971, tahun pertama Stallman di MIT setelah lulus dari Harvard, ia langsung menjadi programmer di Lab AI. Pekerjaan di lab itu rupanya membuat Stallman jatuh cinta sehingga ia tak melanjutkan kuliahnya dan memutuskan untuk hanya menjadi programmer di lab.

Etos hackernya mulai bergeliat saat pada 1977, lab AI MIT mulai menerapkan sistem ber-password. Sebagai seorang hacker, Stallman menentang kebijakan tersebut. Ia pun berhasil membobol sistem yang ada, sehingga semua password diubah menjadi 'carriage return' dengan kata lain, cukup tekan Enter saja.

Di tahun 1979 dan 1980, serentetan peristiwa membuat Stallman membulatkan tekadnya untuk mengkapanyekan kemerdekaan piranti lunak. Peristiwa pertama adalah munculnya piranti lunak yang tidak menyediakan kode penyusunnya bagi para hacker di Lab AI. Sebuah piranti lunak bernama Scribe bahkan disisipi kode 'bom waktu' untuk mencegah orang menggunakan piranti itu tanpa izin resmi.


 

Inefisiensi

Lalu pada 1980, Xerox mengirimkan printer ke MIT yang tidak dilengkapi kode penyusun. Hal ini menyulitkan para hacker karena mereka terbiasa menyelipkan program buatan mereka untuk memperbaiki fungsi yang ada. Misalnya pada printer, para hacker membuat program agar printer bisa mengirimkan pesan ke pengguna yang sedang mencetak dokumen, pesan itu memberitahukan saat printer sedang mencetak maupun saat printer mengalami gangguan. Dengan tidak dibukanya kode penyusun para piranti lunak di dalam printer Xerox tersebut, para hacker pun mengalami banyak kesulitan, terutama karena printer seri 9700 tersebut (printer laser pertama di industri pencetakan saat itu) tidak berada di lantai yang sama dengan Lab AI.

Apa yang terjadi dalam kasus printer itu adalah inefisiensi, satu kata yang sangat dibenci Stallman dan hacker lainnya. Stallman dan rekan-rekan harus bolak-balik ke lantai yang berbeda setiap beberapa menit hanya untuk melihat apakah printer sedang mencetak, atau apakah printer mengalami masalah. Inefisiensi itu seharusnya bisa diatasi dengan piranti lunak yang telah disusun oleh para hacker, tetapi kdoe yang tertutup dari Xerox membuat mereka tidak bisa melakukan apa-apa.

Soal inefisiensi ini pernah menyiksa Stallman dalam sebuah kejadian di Maui. Stallman, seperti diceritakan Sam Williams dalam biografi Stallman, pernah menjadi marah besar gara-gara terjebak kemacetan. Marahnya ini terjadi karena, ketika itu ia menyetir mobil, ia harus mengikuti mobil lain yang bertindak sebagai penunjuk arah tapi mobil itu seperti sengaja melalui jalur yang macet. Padahal, Stallman tahu, dengan satu belokan di sebuah perempatan mereka akan menghindari semua kemacetan itu. Kejadian itu dikenang Williams sebagai sebuah perjalanan dalam neraka hacker.

Neraka itu bukan hanya pada 'kebodohan' sang pemandu jalan, tetapi juga pada inefisiensi yang melanda kota tersebut. Ini termasuk desain jalan dan penempatan lampu lalu lintas yang bisa diibaratkan sebuah kode penyusun piranti lunak yang benar-benar membuat sumber daya komputer.


 

Orang Gila atau Pahlawan

Pada akhirnya, sosok Stallman adalah sosok yang sulit dideskripsikan. Banyak orang yang mengakui kejeniusan Stallman saat menyusun GNU General Public License. Eben Mogden, pengacara yang membantu Stallman dalam penyusunan GPL, melihat bahwa cara Stallman adalah satu-satunya cara untuk mengerjakan yang tidak mungkin.

Mission Imposible itu adalah membuat sebuah dokumen hukum yang jernih dan bisa berlaku di seluruh dunia. Bukan hanya itu, dokumen itu harus bisa berfungsi sebagai koridor hukum yang melindungi hak cipta (sebuah hukum yang sudah ada sebelumnya) dengan cara memungkinkan sebuah karya untuk dilepas ke masyarakat luas seakan-akan tanpa hak cipta.

"Apa yang diktakan sejarah mengenai GNU, dua puluh tahun dari sekarang, akan sangat tergantung pada siapa yang memenangkan pertempuran untuk menggunakan pengetahuan yang bersifat umum. Jika kami yang kalah, kami akan menjadi catatan kaki belaka. Jika kami menang, belum tentu juga orang akan tahu apa peran GNU. Jika mereka berpikir 'Linux' saja, maka akan gambaran yang salah tentang apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa. Bahkan jika kami menang, apa yang akan mereka katakan tentang kami seratus tahun dari sekarang sangat tergantung pada siapa yang berkuasa secara politis pada saat itu," ujar Stallman.

Stallman menganalogikan dirinya dengan seorang John Brown. Seorang yang berusaha memimpin pemberontakan para budak tetapi gagal. Persidangan Brown-lah yang kemudian menghidupkan semangat anti perbudakan di Amerika Serikat pada era 1900-an. Brown tercatat dalam sejarah sebagai pahlawan, tetapi juga tercatat sebagai seorang yang mengalami gangguan jiwa. Stallman, dengan berbagai perilaku eksentriknya, agaknya menyadari bahwa dirinya pun bisa dilihat sebagai seorang yang gila tapi sebenarnya seorang pahlawan yang benar-benar masuk akal.


 

Sumber : Full Printed from Di balik Kisah-kisah Hacker Legendaris

Thursday, June 12, 2008

BLACK HOLE

Black hole adalah salah satu benda angkasa, yang memiliki massa yang sangat besar dan jari – jari yang kecil, sehingga kecepatan lepas (kecepatan agar dapat lepas dari pengaruh gravitasi) di permukaannya lebih besar daripada kecepatan cahaya. Karena tidak ada benda yang lebih cepat dari kecepatan cahaya, maka tidak ada benda yang dapat lolos dari gravitasi black hole ini.
Black hole terbentuk dari bintang yang mati. Ketika bintang masih memancarkan cahaya, berarti di dalam bintang itu terjadi reaksi fusi yang menggabungkan 4 atom hidrogen menjadi 1 atom helium dan memancarkan sinat gamma yang lalu diubah menjadi sinar dengan warna tertentu, seperti warna putih untuk matahari kita. Dalam keadaan ini, gaya gravitasi diimbangi oleh gaya akibat reaksi nuklir di dalam bintang. Apabila hidrogen sudah habis (hampir habis), makan selanjutnya terjadi penggabungan atom – atom helium menjadi atom yang lebih berat lagi (lihat tabel periodik). Reaksi ini terus berlangsung hingga akhirnya sebagian besar massa bintang terdiri atas besi. Besi tidak dapat bergabung membentuk atom yang lebih berat, karena dibutuhkan energi (bukan melepas) untuk membuat atom yang lebih berat dari besi.
Apabila reaksi nuklir sudah tidak dapat berlangsung (sudah terdiri dari besi), maka gaya graviatsi akan menarik bintang itu, sehingga bintang itu akan menjadi kecil, hingga pada ukuran tertentu, atom – atom akan sangat berdekatan dan saling menumbuk dengan sangat keras sehingga terjadilah supernova. Supernova menyebabkan suhu yang sangat tinggi pada permukaan bintang, yang menyebabkan terjadinya penggabungan atom – atom besi ini (karena suhu tinggi) menjadi atom yang lebih berat, seperti uranium, sekaligus menyebabkan permukaannya terpencar ke segala arah (meledak). Inilah asal dari atom – atom berat di bumi kita. Jadi sebenarnya kita adalah anak – anak bintang. Sisa dari ledakan itu (inti bintang) dapat berubah menjadi 3 bentuk, yaitu white dwarf, neutron star, dan black hole.
White dwarf / katai putih terbentuk apabila massa yang tersisa lebih kecil dari 1.3 massa matahari kita. Ukuran bintang akan mengecil sampai batas tertentu, sehingga suhunya menjadi sangat tinggi, dan menyebabkan atom – atom hancur menjadi proton, netron, dan elektron. Seluruh bintang ini dapat dikatakan membentuk 1 atom raksasa. Karena prinsip larangan Pauli, setiap elektron harus mempunyai state yang berbeda (bilangan kuantum berbeda) sehingga timbul gaya – gaya antar elektron yang saling menolak yang cukup kuat untuk melawan gaya gravitasi dari bintang itu. Itulah yang menyebabkan bintang ini berhenti mengecil, hingga ukuran tertentu yang jauh lebih kecil daripada bintang asalnya.
Neutron Star / bintang neutron terbentuk apabila massa sisa bintang antara 1.3 – 1.7 matahari kita. Apabila massa bintang pada daerah ini, maka elektron – elektron tadi akan bertumbukan dengan proton dan berubah menjadi netron sehingga gaya – gaya antar elektron menjadi berkurang, dan menyebabkan gaya gravitasi dapat membuat bintang itu semakin kecil. Tetapi sampai pada batas tertentu, akan timbul gaya – gaya antar netron yang menyebabkan bintang ini berhenti mengecil, dan sampai pada ukuran tertentu yang jauh lebih kecil daripada white dwarf, yang hanya terdiri dari neutron, karena itu disebut neutron star.
Black hole terbentuk apabila massa sisa bintang lebih besar dari 1.7 massa matahari kita. Gaya – gaya antar neutron tidak cukup kuat untuk melawan gaya gravitasi sehingga bintang ini akan terus mengecil, dan mengecil hingga ukurannya menjadi jauh lebih kecil daripada atom! Pada saat itu tidak ada gaya lain yang dapat menghambat gaya gravitasi sehingga bintang ini menjadi sesuatu yang disebut singularitas. Semua materi bintang, atom – atom, proton, neutron, kuark (penyusun proton dan netron) serta elektron, foton, radiasi, bergabung menjadi 1 ke dalam singularitas ini. Inilah yang disebut dengan black hole.
Selain dengan cara di atas, black hole dapat juga terbentuk oleh 1 proses alam lagi, yaitu saat bigbang. Pada saat big bang, suhu sangat tinggi, sehingga pada daerah tertentu, massa dapat berkumpul sangat padat, dan sangat kecil, sehingga jari – jarinya lebih kecil dari batas tertentu dan dapat menjadi black hole. Black hole yang terbentuk dari cara ini dapat mempunyai massa yang beraneka ragam, bahkan dengan massa yang lebih kecil dari massa bumi.
Event Horizon adalah permukaan khayal pada black hole di mana kecepatan lepasnya sama dengan kecepatan cahaya. Event Horizon inilah yang sering disebut sebagai permukaan black hole. Benda – benda yang sudah masuk ke dalam Event Horizon dari suatu black hole tidak dapat keluar lagi, apapun yang dia lakukan.
Karena tidak ada benda yang bisa keluar dari Black hole, maka secara teori Black Hole tidak dapat dilihat. Tetapi para astronom dapat memperikirakan (menghitung) keberadaan suatu black hole dari efek yang ditimbulkannya pada keadaan sekelilingnya. Efek itu misalnya, penarikan gas dari permukaan matahari ke dalam black hole, yang menyebabkan terbentuknya spiral gas yang terang. Berubahnya alur jalan sebuah benda angkasa, karena tertarik oleh gaya gravitasi black hole. Terjadinya gravitational lensing (efek lensa, oleh gaya gravitasi) yang menyebabkan bintang yang terletak di belakang black hole terlihat tidak semestinya karena mengalami pembiasan. Gravitational wave, yaitu gelombang gravitasi, yang terjadi apabila 2 buah black hole bergabung menjadi 1. Gravitational shock wave, yang diprediksi oleh teori kuantum, yang terjadi apabila massa black hole sudah terlalu kecil untuk menjadi black hole, sehingga meledak, sambil melepaskan gelombang gravitasi.
Black hole dengan massa sangat besar (jutaan kali massa matahari) terletak di hampir setiap inti galaksi. Black hole ini menyebabkan bintang – bintang di sekelilingnya memancarkan gas dalam jumlah besar, dan oleh gaya gravitasi black hole, gas itu dipercepat ke dalam black hole sehingga suhunya menjadi sangat tinggi dan memancarkan gelombang elktromagnet sesuai dengan teori radiasi benda hitam. Kejadian inilah (gabungan benda – benda ini) yang disebut Quassar. Quassar ini sangat terang, sehingga yang terletak di galaksi lain pun lebih terang daripada bintang – bintang yang terletak di galaksi kita.

Sumber : http://www.fisikaasyik.com/q32k2/news/read_article.php?origin=physics_art&id=3&from=physics_art

Wednesday, June 11, 2008

LINUS TORVALDS: Gerombolan Pinguin Yang Menaklukkan Dunia

Jika ada revolusi kemerdekaan di dunia piranti lunak, maka Linus Torvalds akan seperti Bung Karno yang diculik dan "dipaksa" untuk membuat naskah proklamasi. Kemiripan LInus dengan Bung Karno adalah, 1) ia memiliki karisma yang cukup kuat dan suaranya didengarkan oleh rakyat, dan 2) ia adalah sosok pemimpin yang enggan, buktinya Linus menyebut "revolusi" yang terjadi berkat system operasi Linux sebagai "revolusi yang tidak disengaja".

Di sisi lain, Linus sangat pas dengan stereotype geek/hacker. Linus berkacamata, rambutnya sering terlihat rapi meski tidak klimis, dan ia memiliki kulit yang sangat pucat. Bahkan ia bisa dibilang sebagai uber-geek atau biangnya geek.

Musim Dingin di Finlandia

Linus merupakan mahasiswa yang tinggal di Asrama Universitas Helsinki, ia sangat senang mengoprek computer Minix. Akan tetapi, ketika musim dingin tiba ia tidak bisa lagi menjalankan hobinya, karena ia tidak bisa bolak-balik kampus untuk mengakses Minix. Kesal dengan situasi tersebut, Linus memutuskan untuk membuat system operasi sendiri. Linus Bendecit Torvalds sangat menggemari computer. Pada tahun 1990, ia membeli computer IBM-PC Intel 80386. Seperti umumnya mahasiswa, hal pertama yang digandrunginya adalah game, pilihan Linus adalah game petualangan "Prince of Persia". Keranjingan game Linus berhenti saat ia mendapatkan Minix. Kemudian Linus membuat sendiri system operasi mirip Minix, lalu ia mengajukan pertanyaan di forum Usenet dengan judul sederhana, "what would you like to see most in minix?" (Apa yang paling ingin Anda lihat di Minix?). Isi pesan itu mengajak pengguna Usenet untuk berkontribusi terhadap system operasi mirip Minix yang dikembangkannya. Sistem operasi ini diletakkan pada sebuah server yang dikelola teman Linus, Ari Lemmke.

Kalau saja Ari Lemmke tidak pernah memberikan direktori bernama Linux untuk digunakan Linus, mungkin saat ini kita mengenal system operasi open source tersebut dengan sebutan FREAX (kombinasi dari "free" dan huruf "x" yang menunjukkan bahwa system tersebut mirip dengan Unix). Linus memulai revolusi dengan menyediakan kode penyusun kernel dari Linux untuk umum. Ia membolehkan siapapun untuk menggunakan dan memodifikasi kode tersebut asalkan memenuhi aturan dalam GPL (GNU General Public Lisence). Mematuhi GPL antara lain berarti wajib menyerahkan kembali kode yang telah dimodifikasi untuk dikembangkan bersama.

Komunis, Karate, Keluarga

Linus dilahirkan di Helsinki, Finlandia. Anak dari jurnalis Anna dan Nils Torvalds dan cucu dari penyair Ole Torvalds. Keluarganya merupakan bagian dari masyarakat berbahasa Swedia, kelompok minoritas di Finlandia. Kedua orangtuanya adalah aktivis kampus di Universitas Helsinki di tahun enam puluhan. Aktifitas Anna dan Nils boleh dibilang "kekiri-kirian". Ayah Linus bahkan pernah belajar di Rusia dan disinyalir merupakan kader komunis.

Nama Linus diambil dari nama Linus Pauling, seorang pemenang Nobel bidang kimia berkebangsaan Amerika. Linus sendiri lebih suka mengatakan bahwa namanya berasal dari nama Linus, tokoh di serial komik Peanuts. Linus menikahi Tove Torvalds, pemegang sabuk hitam Karate yang telah enam kali menjuarai kompetisi nasional di Finlandia. Linus pertama kali bertemu Tove pada musim gugur 1993, ketika itu Linus memberikan kursus pengenalan computer dan meminta para peserta untuk mengirimkan email ke dirinya. Tove, salah satu peserta, mengikuti perintah ini dengan nyeleneh dan mengirimkan ajakan kencan pada Linus. Bersama Tove, Linus memiliki tiga anak perempuan: Patricia Miranda, Daniela Yolanda dan Celeste Amanda. Keluarga Linus memiliki seekor kucing dengan nama Mithrandir, tetapi untuk mudahnya mereka memanggil sang kucing, Randi.

Linus pernah tinggal di San Jose, California, Amerika Serikat bersama keluarganya selama beberapa tahun. Ketika itu ia masih bekerja penuh untuk Transmeta, sebuah perusahaan pengembang mikroprosesor. Pada Juni 2004, ia dan keluarganya pindah ke Portland, Oregon, AS agar lebih dekat dengan Open Source Development Labs (OSDL). Sejak Juni 2003 Linus memang "diperbantukan" ke konsorsium piranti lunak OSDL yang bermarkas di Beaverton, Oregon.

Meski perannya cukup besar, pada akhirnya tak bisa dipungkiri bahwa Linus hanyalah satu orang dari ribuan hacker yang menjadikan Linux seperti sekarang. Ia memang tokoh sentral dan dalam banyak hal keputusan yang diambilnya akan mempengaruhi jahat hidup orang banyak yang menggunakan Linux, tapi Linus tidak akan menjelma bagai Bill Gates dari Microsoft atau Steve Jobs dari Apple. Linus menjadi besar karena tanpa sengaja, ia telah mengirimkan "gerombolan penguin" untuk menguasai kerajaan piranti lunak yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. Revolusi memang dimulai dari hal kecil.

Sumber: Di Balik Kisah-kisah HACKER Legendaris (Wicak & Yayan, mediakita)


 

Ps Admin:

Tidak ada yang tidak mungkin untuk kita lakukan, yang diperlukan hanyalah keberanian dan semangat.

Masih banyak contoh orang lain yang berjuang dan berhasil, tetapi lebih banyak mereka yang berjuang, gagal tetapi masih terus berusaha. Itulah hakekat hidup kita sebenarnya. Selamat Berjuang…!!!