Tulisan kali ini sebenarnya hanya bertujuan untuk MEMAKSA saya dan rekan-rekan saya, khususnya rekan yang berkecimpung dalam dunia akademik, baik sebagai guru maupun dosen.
Ada banyak pendidik yang berpikir bahwa penelitian adalah sesuatu yang sulit untuk dikerjakan, bahkan beberapa sudah terlanjur berpikir bahwa mereka tidak mampu atau tidak berbakat untuk melaksanakan penelitian. Hal ini jelas keliru, mengingat penelitian seharusnya dapat dilaksanakan secara sederhana dan tidak membutuhkan hal-hal yang menyulitkan.
Penelitian dapat dimulai dari BERTANYA.
Mengapa bertanya? Dengan bertanya, sebenarnya kita diajak untuk berpikir filosofis. Hakikat bertanya adalah mencari tahu sesuatu yang sebelumnya tidak kita ketahui. Bertanya memberi kesempatan bagi otak kita berlatih dan mencari jawaban dari apa yang tidak kita ketahui.
Jepang.. tidak seperti kebanyakan negara lain di dunia, memberikan penekanan cukup besar terhadap bertanya. Bahkan di Jepang, bertanya adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap siswa di Jepang. Setiap siswa dilatih dan dipaksa untuk mempertanyakan apapun yang ingin mereka ketahui dan tidak ada wajah guru-guru galak yang tidak suka dengan banyaknya pertanyaan dari siswa yang mereka ajar.
Lalu.. mengapa kita tidak mulai dengan hal-hal sederhana...?
Bertanya...
Bertanya, mengapa banyak siswa yang kurang berminat mempelajari apa yang kita ajarkan?
Bertanya, mengapa banyak pendidik cenderung menggunakan metode pembelajaran yang itu-itu saja?
Bertanya, mengapa sedikit siswa yang mempunyai mental kuat dalam menghadapi berbagai masalah?
Bertanya, mengapa banyak siswa yang cenderung mudah menyerah?
Dan masih banyak pertanyaan lainnya..
Semua butuh jawaban... dan caranya adalah dengan meneliti..
Ayo segera bertanya...
Monday, June 12, 2017
Saturday, June 10, 2017
Semangkuk Nasi Putih
Based on True story
Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. "Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih." Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.
Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda inihanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalumenghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.
Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan : "dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum : "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"
Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis." Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih."Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya."
Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini. "Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"
Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota , demi menuntut ilmu datang kekota,mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti. Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkusnasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.
Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ? Suaminya kemudian membisik kepadanya : "Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ket empat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."
"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."
"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.
Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.
"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !" katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.
Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sorepemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkusuntuk bekal keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.
Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik. Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.
"Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."
"Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu,yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya."
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul,setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangunkerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang suksesuntuk kerajaan bisnisnya.
Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.
Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.
Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkukdalam-dalam berkata kepada mereka :"bersemangat ya ! di kemudian hariperusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"
Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalahsuatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan. TERHARU?, ayo mulai jangan> sungkan untuk berbuat baik hari ini...
You never know... what will happens tommorow?
Thursday, June 8, 2017
The Power of MAKSA
MAKSA..
Sebuah kata yang jika dikaji dari dunia pendidikan dianggap salah dan bertentangan dengan teori pendidikan. Apakah benar demikian?
Terlebih dahulu perlu dipahami konteksnya dan tentu saja siapa yang seharusnya MAKSA.
Jika MAKSA yang dimaksud keluar dari mulut seorang pendidik, BISA JADI masuk dalam kategori salah. Mengapa BISA JADI? Ya, artinya lagi-lagi perlu diperjelas konteks MAKSA yang dimaksud, keluar karena apa, apa yang terjadi sampai seorang pendidik melakukan hal itu.
Karakter manusia Indonesia secara umum masih memiliki mental pekerja. Pekerja yang dimaksud pun masih dalam tataran pekerja yang harus disuruh, masih harus diperintah, masih harus disupervisi, bahkan masih harus didampingi dalam melaksanakan pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini, akan sangat sulit menghasilkan produk pekerjaan yang berkualitas tinggi dari sumber daya manusia yang demikian. Untuk itulah, perlu MAKSA.
Sebenarnya, MAKSA yang dimaksud di sini adalah memaksa orang lain untuk SADAR. Memaksa orang lain untuk mampu belajar, bekerja secara mandiri, dan memahami bahwa mereka memang HARUS bekerja keras untuk mencapai sesuatu. Jika ini dianalogikan dalam dunia pendidikan, maka seorang GURU harus MAMPU MEMAKSA siswanya untuk SADAR bahwa belajar dan meningkatkan kompetensi adalah keharusan dan tentu saja manfaatnya akan dirasakan oleh siswa di waktu yang akan datang. Prinsip saya dalam dunia pendidikan adalah DIPAKSA - TERPAKSA - BIASA - TERBIASA - JADI BUDAYA - BANGSA BERADAB. Artinya, dalam tahap tertentu paksaan akan berubah menjadi sesuatu yang berguna, dipaksa dulu, terbiasa kemudian. Sepertinya itulah yang dilakukan dalam dunia militer dengan prinsip disiplinnya.
Sebenarnya, prinsip MAKSA ini HARUS keluar dari dalam diri individu itu sendiri. SISWA lah yang seharusnya bermental MAKSA dalam hidupnya. MAKSA untuk belajar, MAKSA untuk bekerja lebih keras, MAKSA untuk hidup BERBEDA dari siswa kebanyakan, MAKSA untuk memenuhi kebutuhan pelajaran, dan semua MAKSA lainnya yang sifatnya membangun.
Tapi.. sepertinya semua itu masih menjadi angan-angan..
Saya sendiri sudah ....
Sudahlah...
Sebuah kata yang jika dikaji dari dunia pendidikan dianggap salah dan bertentangan dengan teori pendidikan. Apakah benar demikian?
Terlebih dahulu perlu dipahami konteksnya dan tentu saja siapa yang seharusnya MAKSA.
Jika MAKSA yang dimaksud keluar dari mulut seorang pendidik, BISA JADI masuk dalam kategori salah. Mengapa BISA JADI? Ya, artinya lagi-lagi perlu diperjelas konteks MAKSA yang dimaksud, keluar karena apa, apa yang terjadi sampai seorang pendidik melakukan hal itu.
Karakter manusia Indonesia secara umum masih memiliki mental pekerja. Pekerja yang dimaksud pun masih dalam tataran pekerja yang harus disuruh, masih harus diperintah, masih harus disupervisi, bahkan masih harus didampingi dalam melaksanakan pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini, akan sangat sulit menghasilkan produk pekerjaan yang berkualitas tinggi dari sumber daya manusia yang demikian. Untuk itulah, perlu MAKSA.
Sebenarnya, MAKSA yang dimaksud di sini adalah memaksa orang lain untuk SADAR. Memaksa orang lain untuk mampu belajar, bekerja secara mandiri, dan memahami bahwa mereka memang HARUS bekerja keras untuk mencapai sesuatu. Jika ini dianalogikan dalam dunia pendidikan, maka seorang GURU harus MAMPU MEMAKSA siswanya untuk SADAR bahwa belajar dan meningkatkan kompetensi adalah keharusan dan tentu saja manfaatnya akan dirasakan oleh siswa di waktu yang akan datang. Prinsip saya dalam dunia pendidikan adalah DIPAKSA - TERPAKSA - BIASA - TERBIASA - JADI BUDAYA - BANGSA BERADAB. Artinya, dalam tahap tertentu paksaan akan berubah menjadi sesuatu yang berguna, dipaksa dulu, terbiasa kemudian. Sepertinya itulah yang dilakukan dalam dunia militer dengan prinsip disiplinnya.
Sebenarnya, prinsip MAKSA ini HARUS keluar dari dalam diri individu itu sendiri. SISWA lah yang seharusnya bermental MAKSA dalam hidupnya. MAKSA untuk belajar, MAKSA untuk bekerja lebih keras, MAKSA untuk hidup BERBEDA dari siswa kebanyakan, MAKSA untuk memenuhi kebutuhan pelajaran, dan semua MAKSA lainnya yang sifatnya membangun.
Tapi.. sepertinya semua itu masih menjadi angan-angan..
Saya sendiri sudah ....
Sudahlah...
Subscribe to:
Posts (Atom)